Minggu, 16 Oktober 2022

Bahaya Resesi Dunia 2023 Mulai Terasa

 Bahaya Resesi Dunia 2023 Mulai Terasa

Negara-negara Mulai Jatuh Miskin

Negara dengan ekonomi terbesar di dunia adalah Amerika Serikat, Cina, dan kawasan euro, namun kini yang terjadi adalah telah melambat. 

 Bahaya Resesi Dunia 2023

Menurut sebuah studi baru yang komprehensif  Bank Dunia, saat bank sentral di seluruh negara secara bersamaan menaikkan suku bunga sebagai respons terhadap inflasi, maka sesungguhnya dunia akan mengalami resesi secara menyeluruh. Sehingga pada masa itu serangkaian krisis keuangan di pasar negara berkembang dan ekonomi berkembang yang akan membuat keadaan itu mampu bertahan lama dan membahayakan.

Banyak media yang memberitahu masyarakat global bahwa Bank-bank sentral di seluruh dunia tahun ini telah menaikkan suku bunganya, dengan tingkat sinkronisitas yang tidak begitu nampak selama lima dekade terakhir. Hal ini merupakan sebuah tren yang memungkinkan akan berlanjut hingga tahun 2023, hingga bencana Resesi.

Kenaikan suku bunga yang terjadi di berbagai negara saat ini berbanding terhadap tindakan kebijakan-kebijakan  yang bermaksudkan upaya mencegah resesi tidaklah cukup untuk membawa inflasi global kembali ke tingkat yang terlihat sebelum pandemi. Sedangkan para investor mengharapkan bank sentral menaikkan suku bunga kebijakan moneter global hingga hampir 4 persen, tahun 2023—peningkatan itu menjadi lebih dari 2 poin persentase di atas rata-rata 2021.

Apabila pasokan pasar dan tenaga kerja mereda, maka kenaikan suku bunga tersebut dapat mengurangi tingkat inflasi inti global (tidak termasuk energi) sekitar 5 persen pada tahun 2023. Dan itu artinya hampir dua kali lipat rata-rata lima tahun sebelum pandemi.

 Bahaya Resesi Dunia 2023


Pertumbuhan ekonomi global melambat , dan kemungkinan perlambatan itu akan berlanjut, karena banyak negara jatuh ke dalam jurang resesi seperti Srilanka, Afganistan. Kekhawatiran mendalam masyarakat global adalah, tren ini akan bertahan lama, dengan konsekuensi jangka panjang yang menghancurkan orang-orang di pasar negara berkembang dan ekonomi berkembang.

Langkah awal, dalam upaya mencapai tingkat inflasi yang rendah, stabilitas mata uang dan pertumbuhan yang lebih cepat, para pembuat kebijakan dapat mengalihkan fokus mereka dari mengurangi konsumsi ke meningkatkan produksi. Kebijakan harus berusaha untuk menghasilkan investasi tambahan dan meningkatkan produktivitas dan alokasi modal, yang sangat penting untuk pertumbuhan dan pengurangan kemiskinan.

Kebijakan-kebijakan ekonomi melawan inflasi _resesi :

1.        Meringankan kendala pasar tenaga kerja.  Kebijakan pasar tenaga kerja dapat memfasilitasi realokasi pekerja yang dipindahkan.  

2.       Meningkatkan pasokan komoditas global.

3.       Memperkuat jaringan perdagangan global.


Sabtu, 15 Oktober 2022

2 Jenis Leverage | Economic

2 Jenis Leverage | Economic

Leverage Financial

Arti kata leverage adalah pengungkit. Dalam bidang finansial, leverage mempunyai peranan untuk meningkatkan tingkat rasio keuntungan yang diharapkan. Artinya dengan leverage sebuah perusahaan mampu mengungkit project besar dibandingkan modal yang dimiliki, dan berikut adalah 2 jenis leverage.


2 Jenis Leverage | Economic



Operating leverage


Diartikan sebagai seberapa besar perusahaan menggunakan bahan tetap operasional. Beban tetap operasional biasanya berasal dari biaya depresiasi, biaya produksi dan pemasaran yang bersifat tetap (misal gaji bulanan karyawan). Sebagai kebalikannya adalah beban (biaya) variabel operasional. Komposisi biaya tetap/variabel yang berbeda mempunyai implikasi yang berbeda terhadap risiko dan keuntungan yang diharapkan oleh perusahaan.

Perusahaan yang menggunakan biaya tetap dalam proporsi yang tinggi (relatif terhadap biaya variabel) dikatakan menggunakan operating leverage yang tinggi. Dengan kata lain, degree of operating leverage (DOL) untuk perusahaan tersebut tinggi. 

Derajat leverage operasi (Degree of Operating Leverage) bisa diartikan sebagai efek perubahan penjualan terhadap pendapatan (profit). Secara formal, degree of operating leverage (DOL) bisa dituliskan sebagai berikut ini :

 

                      Persentase perubahan laba (profit)

          DOL  =   ------------------------------------------------

                      Persentase perubahan unit yang terjual

Δ Profit / Profit  

DOL= -----------------

ΔQ / Q   .. ... ... (1)

 

Profit bisa ditulis sebagai berikut :

          Profit =  P  =  (c.Q) – F

dimana
c   = marjin kontribusi = (P – V)

P  = harga produk per-unit

V  = biaya variabel per-unit

Q  = jumlah unit produk yang terjual

F  = biaya tetap



 

DOL = (ΔP / P) / (ΔQ / Q)

= (Δ (cQ – F) ) / (cQ – F) / (ΔQ / Q)

= (cΔQ – ΔF) ) / (cQ – F) / (ΔQ / Q)


Karena  ΔF =  0, (biaya tetap), maka:

= (cΔQ.Q) / (cQ – F) ΔQ

= c.Q / (cQ – F)

 

Financial leverage

Diartikan sebagai besarnya beban tetap keuangan (finansial) yang digunakan oleh perusahaan. Beban tetap keuangan tersebut biasanya berasal dari pembayaran bunga untuk utang yang digunakan  oleh perusahaan. Karena itu pembicaraan leverage keuangan berkaitan dengan struktur modal perusahaan. 


Sama seperti degree of operating leverage (DOL),DFL: jika EBIT meningkat, EPS akan meningkat secara signifikan, sebaliknya,
jika EBIT turun, EPS juga akan turun secara signifikan.
Derajat leverage keuangan (Degree of Financial Leverage) bisa diartikan sebagai efek perubahan EBIT terhadap pendapatan (profit). Secara formal, degree of financial leverage (DFL) bisa dituliskan sebagai berikut :

                      Persentase perubahan laba bersih setelah pajak

          DFL    = -------------------------------------------------------  ......... (2)

                      Persentase perubahan EBIT   

Persamaan di atas bisa diringkaskan sebagai berikut ini :

Laba setelah pajak = (EBIT – Bunga) (1 – Tc),

Tambahan laba setelah pajak = Δ(EBIT – Bunga) (1 – Tc)     = (ΔEBIT – Δbunga) ( 1 – Tc)

Karena Δbunga = 0, maka bisa ditulis kembali menjadi  

(ΔEBIT) (1 – Tc)


Dengan demikian DFK bisa ditulis kembali menjadi :

                     (ΔEBIT) (1 – Tc) / (EBIT – Bunga) (1 – Tc)

          DFL  = -------------------------------------------------------

                     ΔEBIT / EBIT

DFL = EBIT / (EBIT – Bunga)

Semakin tinggi hutang yang dipakai, semakin tinggi Degree of financial leverage. Penggunaan leverage keuangan yang besar mempunyai implikasi yang sama dengan penggunaan leverage operasi yang besar, yaitu meningkatkan ‘leverage’. Dengan menggunakan leverage yang tinggi, perubahan EBIT yang sedikit akan meningkatkan EAT lebih besar.


3. Kombinasi Leverage Operasi dengan Leverage Keuangan

Leverage operasi berkaitan dengan efek perubahan penjualan terhadap EBIT (laba sebelum bunga dan pajak). Sementara leverage keuangan berkaitan dengan efek perubahan EBIT terhadap EAT (laba setelah pajak). Perusahaan bisa mengkombinasikan keduanya untuk memperoleh leverage gabungan.

 

    Derajat leverage gabungan (DCL atau Degree of Combined Leverage) bisa dihitung sebagai berikut ini :



                     % perubahan EBIT     % perubahan laba bersih

          DCL = (------------------------) × (------------------------------)

                     % perubahan penj     % perubahan EBIT      ...... (3)  

 

 

                   ( % perubahan laba bersih )

                   =  ---------------------------------------

                   ( % perubahan penjualan )


          DCL   = DOL  ×  DFL

                   = { [ c.Q / (cQ – F) ]  ×  [ EBIT / (EBIT – Bunga) ] }

                   = { [ c.Q / (cQ – F) ] × [ (cQ – F) / ( (cQ – F) – Bunga) ] }

                   = c.Q / (c.Q – F – Bunga)

 

 #Leverage 

| Economic


BACA JUGA |

Bahaya Resesi Dunia 2023 Mulai Terasa

 Bahaya Resesi Dunia 2023 Mulai Terasa Negara-negara Mulai Jatuh Miskin Negara dengan ekonomi terbesar di dunia adalah Amerika Serikat, Ci...

TRENDING |